Pandangan Sains Tentang Puasa untuk Kesehatan Tubuh

Pengendalian diri melalui pola makan bisa dilakukan secara berpuasa. Puasa selain bertalian dengan keagamaan, pun bisa dilakukan untuk tujuan kesehatan. Seseorang yang akan melakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan kesehatan juga dianjurkan berpuasa minimal 10 jam. Adapun untuk pemeriksaan glukosa dianjurkan puasa minimal 8 jam.

Betapa pun lama waktu berpuasa tetap memiliki manfaat kesehatan, salah satunya membatasi asupan kalori dan meningkatkan metabolisme tubuh. Mengutip dari Jurnal Anestesiologi Indonesia, puasa dalam jangka waktu yang pendek pun berguna untuk meningkatkan kadar senyawa kimiawi dalam tubuh yang menyampaikan pesan antara sel saraf sasaran di otot,

Laporan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The National Library menjelaskan, puasa bermanfaat untuk pasien diabetes. Penelitian yang dilakukan terhadap 10 pasien diabetes tipe 2 menunjukkan, puasa berjeda (intermiten) waktu pendek yang rutin dilakukan dapat menurunkan kadar gula darah.

Mengutip dari situs web penyedia informasi kesehatan Healthline, berikut antara lain manfaat puasa untuk kesehatan tubuh:

Puasa juga bermanfaat untuk hormon pertumbuhan manusia (HGH). Itu jenis hormon protein yang membantu pertumbuhan tinggi badan, metabolisme tubuh, penurunan berat badan, dan kekuatan otot.

Puasa juga termasuk menata pola makan dan gaya hidup. Rutin berpuasa akan mengurangi trigliserida (jenis lemak dalam darah), kolesterol, dan kadar gula darah yang berlebihan. Sebab itulah puasa juga bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Berpuasa selama 12 jam sehari dapat membantu mengurangi reaksi peradangan sendi (rheumatoid arthritis)

PRIMANDA ANDI AKBAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.